Nielsen’s Heuristics

Heuristik Jakob Nielsen mungkin merupakan heuristik yang paling sering digunakan untuk desain antarmuka pengguna. Nielsen mengembangkan heuristik berkonsultasi dengan Rolf Molich pada tahun 1990. Heuristik tersebut adalah :

1. Visibility of system status: Sistem tersebut harus memberikan informasi kepada  pengguna tentang apa yang terjadi, melalui umpan balik yang sesuai dalam waktu yang wajar.

2. Match between system and the real world: Sistem tersebut harus menggunakan bahasa pengguna, dengan kata-kata, frase dan konsep akrab bagi pengguna, bukan istilah berorientasi sistem.

3. User control and freedom: Pengguna sering memilih fungsi sistem dengan kesalahan dan akan memerlukan keluar “darurat diberi tanda dengan jelas” untuk meninggalkan path yang tidak diinginkan tanpa harus pergi melalui dialog diperpanjang.

4. Consistency and standards: Pengguna tidak perlu bertanya-tanya apakah kata-kata yang berbeda, situasi, atau tindakan berarti hal yang sama.

5. Error prevention: Pesan error yang baik adalah desain yang hati-hati mencegah masalah dari yang terjadi di tempat pertama.

6. Recognition rather than recall: Minimalkan beban memori pengguna dengan membuat objek, tindakan, dan pilihan terlihat.

7. Flexibility and efficiency of use: Seringkali dapat mempercepat interaksi bagi pengguna seperti sistem dapat melayani baik para pengguna yang tidak berpengalaman dan berpengalaman.

8. Aesthetic and minimalist design: Dialog tidak boleh berisi informasi yang tidak relevan atau jarang dibutuhkan.

9. Help users recognize, diagnose, and recover from errors: Pesan kesalahan akan disajikan dalam bahasa.

10. Help and documentation: Meskipun lebih baik jika sistem dapat digunakan tanpa dokumentasi, mungkin perlu untuk memberikan bantuan dan dokumentasi.

Secara umum website ini sudah cukup baik, hanya saja pada tampilan fungsi-fungsi dihalaman home, font tulisannya sangat kecil, sehingga pengguna yang mengalami kesulitan untuk melihat tulisan itu akan semakin direpotkan denganfont tulisannya yang sangat kecil. Juga pada text box untuk registrasi website ini tidak memberikan guide line bagi user, sehingga akan membuat user kebingungan mengisi text boxt tersebut. Apakah harus login dengan email user ataukah dengan username yang telah terdaftar pada web tersebut.

Dan juga masih dihalaman home ini, gambar-gambar produk dari coffetoffee ini disajikan dalam bentuk yang hampir menyerupai iklan diluar dari produk ini. Juga untuk news dan komentar dari user biasanya terletak disebelah kanan dari sebuah website. Jadi untuk produk-produk dari coffetoffee ini bisa disajikan dengan menggantikan posisi news lates dan komentar dari konsumen.

One Response to “Tugas Akhir Interaksi Manusia Dan Komputer (Part 2)”

  • ranid07 says:

    waw,, bikin aus liat gambar minumannya.. hahaha
    mmm.. tampilannya udah oke banget tuh warna hijau..
    komposisi warnanya juga udah cocok, dan HIDUP…
    setiap space yang ada bener2 dimanfaatin..

Leave a Reply